About Me

>> kata tarot saya, saya itu:

Anxiety, sleepless night, spite and slander which undermine confidence. Suffering that is for eventual good such as putting up with painful treatment in order to get better. Female health problems, and possibly self-punishment and guilt.

dan agaknya tarot saya sudah kenal saya :)

or, click here to see the details

zondag, december 07, 2003

Right Now Stuff :

track : the used - a box full of sharp objects
mood : lagi sedih ajah..
Wearing : baju tidur ma clana tidur
Eating: nothing
drinkin' : yoghurt yang stroberi dikasi nyokap..[dipaksa!!]
thinkin bout : tulisannya sayap imaji
talking to : sayap imaji di y!m
watching : Mtv - vertical horizon - i'm still here..


hsauhuashuas...track gw nyampur aduk..tapi yang menang the used koq teteup!!
ehehehhe...eh mo memuat tulisan si sayap imaji [ahakhakhakhahka banyak bgt tulisan "sayap imaji" di sini..!]

tadi sayap imaji bilang kalo tulisan yang dia suka itu tulisan biasa..tulisan yang bagi dia itu cetek2 aja...tapi koq di gw dalem ya? [apa krn gw pendek? hahahahaha!] yah...gw udah minta ijinnya dia...dan boleh gw muat di sini...

SESUATU MENGENAI PENDERITAAN DAN KEINDAHAN

“Keindahan hidup adalah ketika engkau dapat berteriak gembira, “Teater!” di tengah gedung yang sedang terbakar dan penuh berisi penghuni.”
—Andre Breton

Perjalanan hidup seseorang biasanya ditandai dengan keberadaan pengalaman indah dan pengalaman buruk yang mengisi catatan perjalanan hidup seseorang tersebut. Hampir semua orang mengabaikan sisi buruk yang selalu dianggap gelap, penuh penderitaan dan berkonotasi negatif. Pengalaman terburuk selalu dikaitkan dengan keberadaan penderitaan. Dan penderitaan adalah penderitaan, tak ada argumen lain lagi mengenai hal tersebut. Ia menyakitkan. Ia penuh dengan penderitaan. Tetapi ada sebuah kekuatan yang dapat timbul darinya. Kemudian, cari dan kenali kekuatan tersebut, olah, letakkan dalam aktivitasmu, tenangkan dirimu dengannya. Maka engkau akan selalu mencari penderitaan justru untuk berkawan dengan keindahan selamanya.
Tetapi ingat juga, bahwa penderitaan menyakitkan hanya saat engkau merasa takut terhadapnya. Penderitaan hanya menyakitkan karena engkau mengeluhkannya. Ia mengejarmu selalu karena engkau selalu melarikan diri darinya. Jangan kau lari darinya. Jangan kau keluhkan. Jangan pula kau takutkan. Engkau harus belajar mencintainya. Engkau telah mengetahui hal ini, engkau telah cukup mengenal hal ini, jauh di dalam dirimu, terdapat sesuatu hal yang sangat magis, sebuah kekuatan tunggal, sebuah penyelamatan tunggal, dan sebuah kebahagiaan tunggal, sesuatu yang disebut cinta. Maka, cintailah penderitaanmu. Jangan kau lawan, jangan pula kau coba lari darinya. Rasakan, betapa manis ia dalam esensinya, serahkan dirimu kepadanya, jangan pula kau temui dengan penuh keengganan hati. Keenggananmulah yang menyakitkan, tak ada yang lain. Kesedihan bukanlah kesedihan, kematian bukanlah kematian jika engkau tidak membuatnya demikian. Penderitaan adalah sebuah alunan irama musik yang menakjubkan—sebuah momen dimana kau berikan seluruh jiwa ragamu. Tetapi engkau tak pernah mendengarkannya; engkau selalu memiliki suatu musik dan melodi yang berbeda, privat, keras kepala dalam telingamu yang tak akan pernah engkau lepaskan sehingga dengan dirinya, maka musik penderitaan tak akan pernah terdengar harmonis. Dengarkan diriku! Dengarkan aku, dan ingatlah selalu: penderitaan adalah ketiadaan, penderitaan adalah ilusi. Hanya dirimu sendirilah yang menciptakannya, hanya engkau yang telah menyebabkan dirimu sendiri menderita!
Inilah yang kualami—atau yang orang-orang kesepian itu alami. Orang-orang kesepian itu menutup mata dan tersenyum, dan dalam senyuman yang membius inilah maka segala penderitaan dapat dipahami, akan selalu ada penerimaan bagi segala kelemahan, segala cinta, segala kerapuhan.
Tetapi itulah keindahan dan keheningan, senyuman redup penuh penderitaan, dan hal tersebut tak pernah berubah, tetap, serta indah dalam raut wajahnya. Demikianlah pepohonan tampak saat musim gugur, saat daun keemasan terakhir melayang jatuh, ketika bumi menerimanya untuk tetap hidup dalam peleburannya dengan tanah. Itu adalah sebuah derita, sebuah kesedihan, kesedihan yang terdalam—tetapi tak ditemukan keberadaan perlawanan, tak ada penolakan. Ia adalah persetujuan, pendaftaran, kepatuhan. Ia adalah kekuatan pengetahuan dan persetujuan tanpa pertanyaan. Orang-orang yang kesepian mengorbankan dirinya dan memuji pengorbanan tersebut. Mereka menderita dan mereka tersenyum. Mereka tidak menguatkan hati dan karenanya ia bertahan hidup, demikianlah mereka menjadi abadi. Mereka menerima kenikmatan, kesukaan dan cinta dan memberikannya, memberikannya kembali—tidak pada seorang asing, melainkan kepada kekuatan garis hidup yang telah menjadi bagian dari dirinya. Sebagaimana pikiran meresap ke dalam ingatan dan isyarat tenggelam kepada sisanya, maka mereka yang dicinta oleh orang-orang yang kesepian bersama seluruh yang dimilikinya akan meresap, melebur bersama penderitaan—tidak hilang, melainkan mengembara kepada kedalaman jiwanya. Penderitaan melenyap, tetapi tidak dibunuh. Ia tertransformasikan, tidak terhancurkan. Ia akan kembali pada kedalaman, merasuk ke dalam dunia dan diri sang penderita. Ia telah hidup dalam sebuah esensi kehidupan itu sendiri, yang sempurna dan begitu penuh.

Life must hurt. Too many farces, there’s not enough tragedy.

xpembangkangx (2:13:42 AM): eh lu tau nggaaa
xpembangkangx (2:13:48 AM): kalo gw suka sesuatu yang simple
xpembangkangx (2:14:00 AM): justru dengan kesimple-annya itu gw bisa suka dan jadi tergila2
xpembangkangx (2:14:06 AM): ahaiii dalem banget tergila2
xpembangkangx (2:14:08 AM): hsauhsuaashusahu
xpembangkangx (2:15:22 AM): hoi
xpembangkangx (2:15:23 AM): koq diem?
sayap_imaji (2:15:33 AM): merenung


yap..!! inget kan itu omongan? hahaha..lu ngga tanggepin..!! malah ngomong merenung ... !! ng*h* ! hsuahasuahs...

dah ah..mo bobo!! bye y'all..

Have a nice day y'all!!!!

cef ... yammering out of control at 3:27:00 a.m. ::



..:: to relieve pain is to create another pain ::..