About Me

>> kata tarot saya, saya itu:

Anxiety, sleepless night, spite and slander which undermine confidence. Suffering that is for eventual good such as putting up with painful treatment in order to get better. Female health problems, and possibly self-punishment and guilt.

dan agaknya tarot saya sudah kenal saya :)

or, click here to see the details

dinsdag, februari 26, 2008 ~ berdansa dengan apalah tau.

dengungan yang sama yang menemani malam-malamku hingga subuh, masih sama.
tunggu, itu berapa tahun yang lalu ?
4 ? 5 ? bahkan 6 ? bahkan 7 !
aku masih melakukan hal yang sama.
berapa lama aku terlelap di sini ?
bagian buruknya, aku tidak terlelap.

kelopak mata menggantung. mau tidur, mau tidak, yang penting aku dapat menari.
beberapa jenis pil semuanya kutelan.
"hati-hati jantungmu !"
makanan sehari-hari yang kudengar. belum ada masalah, berarti boleh jalan terus.

"nunggu apa sih ? minum obat mulu." tanyaku ke diriku sendiri.
"nggak tau. yang penting nggak mau sober." jawabku ke diriku sendiri.
"cari alkohol ?"
"nanti kencing melulu. males."

apa yang kutunggu-pun tidak pernah jelas. apakah itu hari esok, atau nanti sore, atau bahkan tengah malam nanti, dimana kota di bagian belakang dunia baru menanjak hari dan sedang menikmati tatapan sengitnya matahari. apakah ada matahari di bulan ini ? katanya sih tidak.

rambut sudah mulai panjang, poninya sudah mulai mengganggu penglihatanku. kuambil kawat bekas pengikat kabel dan berharap dapat menahan poniku. Berhasil !
lihatlah orang bodoh yang dengan sedemikian kecil kesuksesannya dapat langsung bahagia dan ditulis tepat setelah dia berkata 'yes, it works !' dalam hati. tunggu dulu, siapa yang bahagia ?

berapa lama tidak memegang kamera ? seperti kehilangan jiwa. berkali-kali memijit tombol bernama shutter, tapi tidak satupun yang dapat mentransfer energinya dan membuatku berpikir 'aku telah mengambil foto'. sudah lama tidak memijit tombol shutter atau merasakan mirror slap bergetar di tanganku atas keinginanku sendiri.
inikah rasanya menjadi pelacur ?


Mungkin itu terakhir kalinya aku mengambil foto atas dasar keinginanku sendiri.


tulisan tangan yang kupajang di pintu menuju balkon kamarku yang tidak pernah kubuka menjadi ambigu. "solitude is fine. but you need someone to tell you that solitude is fine"
Balzac ? kamu tidak cukup meyakinkanku kalau solitude is fine. apakah selama ini aku berpura-pura menjadi manusia yang terisolasi ? ayolah, siapapun butuh teman untuk mengobrol. tapi sayangnya egoku melambung terlalu tinggi sehingga menolak permintaan seorang teman dari SMP yang ingin menginap, hanya karena aku tidak tahu harus berbicara apa dengannya sekarang.
"kamar saya lagi nggak ramah tamu." jawabku sepotong.
maaf. aku hanya sedang tidak ingin berbasa-basi dengan siapapun, bahkan dengan diriku sendiri. itu mungkin yang menyebabkan tempat untuk melukis di balik gelang hitam-pun sudah habis. aku sedang malas memakai pakaian lengan panjang terus menerus. atau bahkan sudah tidak punya. mungkin aku harus berlagak seperti anak ska, memakai wrist band seperti temanku ? pastinya panas. nantilah dipikirin lagi.

masalahnya adalah sekarang kolamku penuh dengan orang normal yang menganggap hal seperti itu adalah tidak normal, bodoh dan bahkan gila. apapunlah demi hal yang kusuka dapat menghasilkan masa depan. namanya juga perkerja suka-suka. apapun yang disuka di kerja. selain itu, tidak ada di dalam daftar kegiatan hidupku.

berbicara tentang masa depan, aku ingin keluar dari sini. entah kemana yang pasti tidak disini. mungkin di negeri yang tulisannya selalu menipu, bentuknya seperti P tapi ternyata yang dimaksud adalah huruf R. dan huruf F adalah sebuah bulatan yang tengahnya terdapat garis. tidak membelah, hanya melewati. tidak familiar dengan huruf yang baru kusebut ? negara itu mempunyai alfabet mereka sendiri, dan negara itu bukanlah cina. dan kebanyakan kosa katanya mempunyai huruf konsonan di awal kata baru vokal dan konsonan lagi. seperti vzglyad. sudah tahukah sekarang ?
ya, aku ingin ke negara dimana aku akan menjawab 'vsegda pozhalujsta' ketika orang itu mengucapkan terima kasih dan berkata 'spokojnoj nochi' ketika malam hari dan berkata 'poka' setiap kali berpisah. tapi ada siapa di sana ? yang penting belajar dululah.

atau ke negara yang setiap orangnya, ketika malam hari berkata 'noapte buna' dan mengeluarkan kata yang singkat 'pa' ketika berpisah. tapi untuk yang itu, aku masih harus belajar banyak. walaupun dua-duanya sama banyak, tapi yang ini lebih banyak.



aku bicara apa sih ?
dering telefon genggam menyadarkan dan isi sms-nya berisi "delivery failed" aku langsung teringat apa yang membawaku sampai di sini setelah seharian menunggu telefon dan yang di ujung sana berkata "ayo berangkat !" tapi tidak kunjung sampai aku terbangun dari tidur jam 1 siang yang memberikanku mimpi aneh, menarik, tegang, sekaligus konyol. dan di sinilah sekarang. menulis kotoran yang tadi dikiranya akan membuahkan tulisan bagus. manusia impulsif selalu membiarkan dirinya tersesat dalam kegairahan seketika, dan tidak perduli akan membawa ke ujung yang mana. menyesatkan atau tidak, dipikir nanti. yang penting sekarang.

setengah xanax, 3 batang rokok, dan kawat yang masih mengganjal poniku dengan manisnya (atau tidak manis sama sekali) membawaku sampai ke akhir paragraf yang tentunya tidak akan ada seorangpun yang membacanya.



hahaha.. persetanlah, namanya juga manusia impulsif.

cef ... yammering out of control at 9:55:00 p.m. ::



..:: to relieve pain is to create another pain ::..